Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2020

perbincangan lama

Gambar
Jalan tersebut itu tempat kami merangkak, sesekali aku merasa ingin berputar arah akibat iman dan kufur yang selalu bertengkar berebut kendali akal ini.  . Sering terbesit dalam hati, mengapa kita menolak untuk sujud pada si tanah itu, aah... Yang lalu tetap berlalu, meski kau ungkit dengan seribu kail ingatan tetap saja tak ada efek, sembari kuhisap gulungan tembakau bersama teman lamaku di depan taman yang tak berujung indahnya,  "mengapa kita begitu sombong pada seonggok tanah lumpur, seakan kita ini yang paling mulia....? " dengan raut muka penuh tanda sesal ia berceloteh "memang tak sepatutnya kita berlaku demikian pada si tanah, bodoh lagi hina sekali, bayangkan saja ketika api yang berkobar lalu di timbun tanah, maka tentu pasti sudah lenyap kita...." Jawaban yang sangat menusuk nurani ini bak panah beracun yang dengan cepatnya meluncur mengenai jantung rusa. . Sesat lagi menyesatkan itu pilihan mu, namun ada banyak jalan lurus yang harus kita tem...

IBLIS YANG INGIN KEMBALI KE SURGA

Gambar
Kudengar suara ketukan pintu, lantas bergegas ku bangun tuk membukakan agar penasaranku terobati, terheran ketika ternyata yang kusambut adalah teman lamaku, sangat lama......, yang dimana kami dulu sering berkecimpung lumpur dalam kehinaan, bermain panasnya api dalan air yang memabukan. Hingga bangkai manusia yang berlalu lalangpun kami jadikan sebagai makanan ringan dalam keseharian. . "apa kabarmu teman lamaku, teman seperhinaan....? " "ingatkah, kita pernah satu neraka di bawah sana, merasakan pemandian api yang dengan lahapnya merebus otak kita....? " "sungguh lama tak jumpa, rindu ku pada matamu yang berkilau membakar... " . "duduklah sebentar, sembari kau istirahat dari pemandian api, kan ku utarakan sebab kita duduk bersama disini dulu..... "

PERUNDUNGAN WAKTU

Gambar
 Melihat waktu yang terus berjalan tanpa menghiraukan siapa yang hidup di dalamnya, terus berputar dan berputar tanpa ada keinginan untuk menunggu, apalagi sekedar berhenti untuk melihat, seakan tak memiliki perasaan.   Empat tahun lalu, terdapat ingatan ingatan yang selalu membawa raga ke dalam naungan cemburu, seakan waktu menjadi sebab bubarnya hubungan ini, jarak nan tak berujung seakan menjadi sebab pudarnya warna cerita yang pernah terungkapkan.   Entahlah, hanya itu yang terbesit dalam gumam, seakan ingin menyerah dalam penantian yang pernah tersepakati, menyerah dalam menunggu suatu keputusan yang pernah terancang, semua yang pernah diobrolkan, dulu.   Mari duduk sebentar, kan kuutarakan semua sebab kita duduk disini empat tahun yang lalu.......