IBLIS YANG TERTUNDUK DI TANGAN BIDADARI
Terpuruk Tersandung Telah menjadi sarapanku yang ku satukan dengan bekal makan siangku. Ya, sampai sampai aku tak dapat merasakan apa itu hati dan sanubari, banyak yang berkata "hati adalah penasehat akal", namun ntah kenapa hati ini tak dapat berfungsi lagi, kekosongan jiwa, pikiran nan buntu, menjadikan semua warna yang ku lihat di bumi ini seakan menjadi blur tanpa warna Namun, pada siang menjelang sore dengan cahaya matahari yang mulai hangat, di balik segelas kopi datanglah seseorang yang ntah kenapa mata ini tertuju padanya, fokusku pada pembicaraan rapat kala itu langsung tergantikan dengan seseorang yang datang terlambat namun telah memberikan kesan sehingga mata ini dapat melihat warna kembali, namun terlintas dalam akal yang batu ini berkata "zak, apa kau tak pernah kenyang dengan yang namanya bisa seorang wanita ?, seketika pandanganku blur kembali, namun ternyata disini hati yang telah lama membisa ntah kenapa ia langsung angkat bicara. "zak...