PERUNDUNGAN WAKTU
Melihat waktu yang terus berjalan tanpa menghiraukan siapa yang hidup di dalamnya, terus berputar dan berputar tanpa ada keinginan untuk menunggu, apalagi sekedar berhenti untuk melihat, seakan tak memiliki perasaan.
Empat tahun lalu, terdapat ingatan ingatan yang selalu membawa raga ke dalam naungan cemburu, seakan waktu menjadi sebab bubarnya hubungan ini, jarak nan tak berujung seakan menjadi sebab pudarnya warna cerita yang pernah terungkapkan.
Entahlah, hanya itu yang terbesit dalam gumam, seakan ingin menyerah dalam penantian yang pernah tersepakati, menyerah dalam menunggu suatu keputusan yang pernah terancang, semua yang pernah diobrolkan, dulu.
Mari duduk sebentar, kan kuutarakan semua sebab kita duduk disini empat tahun yang lalu.......
Komentar
Posting Komentar